Beberapa Tips Mengajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini Pada Anak


Pendidikan seks merupakan salah satu pembelajaran terpenting, yang seharusnya didapatkan anak dari rumah dan juga sekolah. Pasalnya, pembelajaran tentang seks terlebih pada anak yang diajarkan sejak dini, akan mengurangi dan mencegah anak melakukan tindakan seks yang tidak bertanggungjawab.

Meskipun sudah memasuki era modern, banyak orang tua yang masih beranggapan memberikan pendidikan seks pada anak sebagai hal yang tabu. Hal ini dikarenakan masih termakan stigma bahwa seks itu sesuatu yang porno dan tak boleh diketahui anak. Padahal, pendidikan seks merupakan pengajaran tentang seksualitas manusia. Juga mendefinisikan seks sebagaimana adanya, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Maka penting kiranya memberikan pendidikan seks pada anak sedini mungkin agar mereka memiliki pengetahuan bagaimana tanggung jawab sebagai manusia dilihat dari perspektif seksualitas. Sehingga nantinya dampak, manfaat dan kerugian bisa mereka ketahui lebih lengkap.

Pengetahuan yang didapat juga bisa menghindari mereka dari hal yang tidak diinginkan, seperti kehamilan di luar nikah, aborsi, pemerkosaan, hingga penularan penyakit seksual. Lantas, apa saja yang harus orangtua didik dan ajarkan mengenai seks terhadap anak?

Bicarakan seks kepada anak dengan mengajak diskusi sederhana

Dengan diskusi sederhana, anak akan lebih merasa bahwa ia tidak sedang dihakimi. Buat pembicaraan mengalir. Ajak anak dengan mulai membicarakan tentang anggota tubuh dan fungsinya. Lakukan ini dalam suasana yang santai.

Menurut penelitian, orang tua bisa mencoba menerapkan sistem International Guidance Sexuality Education volume 2. Sistem tersebut membagi pendidikan seksual anak dalam empat level. Yakni pada usia 5-8 tahun, 9-12 tahun, 12-15 tahun dan 15-18 tahun ke atas.

Sebelum melakukan hal tersebut, pastikan anak memiliki kedekatan dengan orang tuanya. Beda level usia, pastinya beda pula cara penyampaian yang dilakukan. Jika usia anak sudah memasuki remaja, maka pengajarannya pun akan berbeda. Maka libatkan anak dalam pengambilan keputusan, buat anak berbicara tentang pertemanan yang sehat dan peran serta tanggungjawab yang dimilikinya.

Beri kepercayaan bahwa anak memiliki hak sepenuhnya atas diri mereka

Beberapa ahli pendidikan juga mengatakan berbagai alasan mengapa memberi pendidikan seks sejak dini pada anak sangat penting. Mereka berujar bahwa ancaman sering hadir, apalagi di tengah kisruh maraknya pelecehan seksual.

Maka dari itu, mereka juga menyarankan kepada oran gtua untuk memberi kepercayaan pada anak tentang tubuh mereka. Bahwa tubuh mereka adalah milik mereka. Sehingga tanggung jawab muncul dari situ. Serta jelaskan dampak dan akibat yang akan muncul.

Dengan penerapan seperti itu maka akan tumbuh sikap saling percaya antara anak dan orang tua. Metode ini berlaku pada tahap yang mana saja.

Memahami lingkungan sekitar dan merespons apa yang dipertanyakan

Salah satu metode yang paling sederhana adalah belajar dari lingkungan sekitar. Misalnya seperti di kehidupan keluarga, tetangga dan masyarakat di sekitar rumah. Ataupun sekaligus memanfaatkan penggunaan internet dan literasi sebagai sumber pendukung pembelajaran.

Pola pikir pada tahapan anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir yang baik. Mereka akan kebingungan dalam menerima penjelasan melalui kata-kata, terlebih apabila menggunakan istilah yang begitu asing bagi mereka.

Dengan begitu akan muncul pertanyaan dari si anak tentang masalah seks. Misalnya, ketika ia melihat seorang perempuan hamil dimana perutnya terlihat membesar, dan berbeda dari bentuk tubuh manusia lainnya.

Jika anak merespons, tanggapilah secara sederhana sesuai dengan usia mereka. Sehingga, anak-anak mampu menangkap ilmu dengan mudah. Dan jawablah pertanyaan anak dengan jujur. Jangan menipu mereka hanya karena orangtua merasa tidak pantas untuk mengucapkan istilah seks tertentu.

Selain itu pemanfaatan berita hangat dari TV atau internet tentang kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak, dapat mengajarkan mereka tentang pentingnya menjaga dan menyelamatkan diri

https://www.gurupendidikan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *